Pendampingan pengelolaan keuangan pesantren berdasarkan ISAK 35

Irwansyah Irwansyah

Abstract


Dalam pencatatan keuangannya pondok pesantren banyak yang masih menggunakan metode pencatatan manual atau sederhana dan tidak sesuai standar akuntansi keuangan. Pesantren sebagai yayasan sosial, seringkali membuat pesantren merasa tidak membutuhkan laporan keuangan sesuai standar yang berlaku, sehingga masih jarang pesantren yang melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Seiring dengan semakin berkembangnya pesantren di Indonesia, kebutuhan akan laporan keuangan yang baik dan sesuai standar telah mendapat perhatian dari banyak pihak, antara lain dari Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia yang telah membuat pedoman akuntansi khusus untuk pesantren pada tahun 2018 yang didasarkan pada SAK ETAP dan PSAK 45. Setelah pedoman akuntansi pesantren ini dibuat, pada tahun 2019 akhir dikeluarkan ISAK 35. Mengacu pada kondisi diatas makan perlu diadalah sosialisasi/pendampingan pengelolaan keuangan perantren pada Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda.  Perlunya pemahaman akan akuntansi pesantren agar pengelolaan keuangan pada pondok pesantren bisa akuntabel dan transparan. Perlu adanya sumber daya manusia yang bisa mengelola keuangan pondok pesanten.


Keywords


ISAK35; Akuntansi Pesantren

Full Text:

PDF

References


Arifin, M. (2011). Pendidikan Kepemimpinan Di Pondok Pesantren Fathurrahman Gapura Barat Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Skripsi, Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Jabali, Fuad, Jamhari. 2002.IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia,Jakarta : Logos Wacana Ilmu

Lubis, H. R. (2017). Agama Dan Perdamaian: Landasan, Tujuan, Dan Realitas Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama.

Madjid, N. (2006). Ensiklopedi Nurcholish Madjid, Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban (Vol. 2). Jakarta: Mizan.




DOI: https://doi.org/10.29264/.v1i1.11290

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 ABDIMU