Disparitas pertumbuhan ekonomi antar wilayah kabupaten dan kota

Sudirman Sudirman, Nur Rizky Putri Mahadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan disparitas ekonomi antar wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data Produk Domestik Regional Bruto dan data jumlah penduduk setiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo pada tahun 2016. Alat analisis yang digunakan adalah tipologi Klassen, analisis williamson, dan model rasio pertumbuhan. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa Kabupaten Boalemo masuk kategori daerah maju tapi tertekan dengan nilai di= 24.676.175,20 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni), sedangkan nilai Rdi= 6,82 dan Rni= 6,88 (Rdi<Rni); Kabupaten Gorontalo masuk dalam kategori daerah cepat maju dan tumbuh dengan nilai Ydi= 24.172.347,86 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni), sedangkan nilai Rdi= 7,04 dan Rni= 6.88 (Rdi>Rni); Kabupaten Pohuwato, kategori daerah cepat maju dan tumbuh cepat dengan nilai Ydi= 31.064.122,67 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni), sedangkan nilai Rdi= 6,89 dan Rni= 6.88 (Rdi>Rni); Kabupaten Bone Bolango, kategori daerah cepat maju dan tumbuh cepat dengan nilai Ydi= 20.459.565,73 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni), sedangkan nilai Rdi= 7,11 dan Rni= 6,88 (Rdi>Rni); Kabupaten Gorontalo Utara menunjukkan nilai Ydi= 20.548.823,15 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni); Kota Gorontalo, memiliki nilai Ydi= 28.796.832,15 dan Yni= 19.528.078,58 (Ydi>Yni), sedangkan Rdi= 7,58 dan Rni= 6,88 (Rdi>Rni), artinya termasuk dalam kategori daerah cepat maju dan tumbuh cepat. Kemudian, berdasarkan analisis indeks williamson, ditemukan bahwa di Provinsi Gorontalo memiliki tingkat ketimpangan ekonomi yang relatif rendah yaitu sebesar 0,12. Selanjutnya, pada analisis model rasio pertumbuhan, ditemukan bahwa Kabupaten Boalemo terdapat 13 sektor unggulan, diikuti Kabupaten gorontalo dan Kota Gorontalo sebanyak 11 sektor unggulan, kabupaten Gorontalo Utara sejumlah 10 sektor unggulan, dan Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango masing-masing 8 sektor unggulan.


Keywords


Disparitas; ekonomi; antar wilayah; kabupaten dan kota

References


Andhiani, K. D., Erfit, & Bhakti, A. (2018). Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Di Wilayah Sumatera. E-Jurnal Perspektif Ekonomi Dan Pembangunan Daerah, 7(1), 26–34.

Brock, W. A., & Taylor, M. S. (2010). The Green Solow model. Journal of Economic Growth. https://doi.org/10.1007/s10887-010-9051-0

Campbell, R. A. (1908). Capital Stock. American Political Science Review. https://doi.org/10.2307/1944481

Chalid, P. (2015). Teori Pertumbuhan. Teori Dan Isu Pembangunan.

Díez-Minguela, A., González-Val, R., Martinez-Galarraga, J., Sanchis, M. T., & Tirado, D. A. (2020). The long-term relationship between economic development and regional inequality: South-West Europe, 1860–2010. Papers in Regional Science. https://doi.org/10.1111/pirs.12489

Elhorst, P., Piras, G., & Arbia, G. (2010). Growth and convergence in a multiregional model with space-time dynamics. Geographical Analysis. https://doi.org/10.1111/j.1538-4632.2010.00796.x

Elysanti, S., P, T. H., & D, H. C. (2015). Analisis Tipologi dan Sektor Potensial Dalam Pengembangan Ekonomi Wilayah Kecamatan di Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah Mahasiswa 2015, 1–9. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/68296

Gregg, S. H. (2005). Adam Smith, from An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). In Empire and Identity. https://doi.org/10.1007/978-1-137-03961-3_27

Huda, N., Marwa, T., & Soleh, M. (2007). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Sektor Primer Di Propinsi Sumatera Selatan. Journal of Economics & Development Policy, 5(1), 47–58. https://doi.org/10.29259/jep.v5i1.4833

Ibrahim, Z. (2012). Kebijakan Ekonomi Pembangunan Dalam Perspektif Ekonomi Konvensional dan Islam. Islamiconomic.

Iswanto, D. (2015). Signifikan Vol. 4 No. 1 April 2015. 4(1), 41–66.

Kadiman, I. (2005). Teori dan indikator pembangunan. In Jakarta, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Khrismaningrum, N. M. P. (2020). ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI DAN POTENSI PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH WISATA LAUT DAN DAERAH WISATA GUNUNG DI PROVINSI BALI. Journal of Economics Development Issues. https://doi.org/10.33005/jedi.v3i01.38

Kota, K., Jawa, D. I., Tahun, T., Riandoko, B., Kurniawan, A., & Sugiyanto, F. X. (2013). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi , Share Sektor Industri Dan Pertanian Serta Tingkat Jumlah Orang Yang Bekerja Terhadap Ketimpangan Wilayah Antar. 2, 1–14.

Manajerial, M. K. (2014). MEDIA EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 29 No. 1 Januari 2014. 29(1), 59–67.

Model, A., Ir, W. B., & Yusuf, M. (1999). “Model Rasio Pertumbuhan (0MRP)” sebagai Salah Satu Alat Analisis Alternatif dalam Perencanaan Wilayah dan Kota(Aplikasi Model: Wilayah Bangka-Belitung). Economics and Finance in Indonesia, 47, 219–234.

Nikensari, S. I., Destilawati, S., & Nurjanah, S. (2019). STUDI ENVIRONMENTAL KUZNETS CURVE DI ASIA: SEBELUM DAN SETELAH MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS. Jurnal Ekonomi Pembangunan. https://doi.org/10.14203/jep.27.2.2019.11-25

Todaro, M. P. (1994). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi keempat Jilid I. In Economic Development. https://doi.org/2003.

Umiyati, E. (2013). ANALISA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PEMBANGUNAN ANTAR WILAYAH DI PULAU SUMATERA . Jurnal Paradigma Ekonomika.

Ye, X., Ma, L., Ye, K., Chen, J., & Xie, Q. (2017). Analysis of regional inequality from sectoral structure, spatial policy and economic development: A case study of Chongqing, China. Sustainability (Switzerland), 9(4). https://doi.org/10.3390/su9040633.




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jakt.v18i1.8779

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 AKUNTABEL

 

Indexing:

 

 

 

AKUNTABEL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan pISSN: 0216-7743  eISSN: 2528-1135  Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

View My Stat