Pengaruh board size dan board independen terhadap nilai perusahaan melalui intellectual capital discloser

Resty Nurwinda, Djoko Setyadi, Musdalifah Azis

Abstract


Penelitian ini secara empiris bertujuan menganalisis apakah board size dan board independen dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui intellectual capital disclosure. Sampel dari penelitian ini menggunakan data dari sekto pertanian yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah populasi sebanyak 21 perusahaan dan telah dilakukan penyaringan maka diperoleh sampel sebanyak 14 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling sebagai pengambilan sampel. Model analisis penelitian ini yaitu analisis jalur (Path Analysis). Data yang digunakan adalah data sekunder dengan sumber data yang diperoleh dari situs idx periode 2012-2016. Penulis menemukan hasil bahwa kepemilikan board size dan board independen meningkatkan nilai perusahaan dan pengungkapan intellectual capital yang tinggi. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan direktur yang tinggi pada suatu perusahaan mampu meningkatkan nilai perusahaan dan pengungkapan intellectual capital.



Keywords


Board size; board independent; nilai perusahaan; intellectual capital disclosure

References


Boedi, Soelistijono. (2008). “Pengaruh Intellectual Capital dan Kapitalisasi Pasar (Studi Empiris pada Perusahaan Publik di Indonesia)”. Universitas Diponegoro. Tesis. Dipublikasikan.

Cerbioni, F. and A. Parbonetti: 2007, Exploring the Effects of Corporate Governance on Intellectual Capital Disclosure: An Analysis of European Biotechnology Companies (Department of Economic Sciences).

Chen, M.C., Cheng, S.J. and Hwang, Y.C. (2005). “An Empriccal Investigation of the Relationship Between Intellectual Capital and Firms Market Value and Financial Performance”. Journal of Intellectual Capital. Vol.6 No.2.pp.159-76.

Daily, C. M., J. Johnson and D. Dalton: 1999, ‘On the Measurements of Board Composition: Poor Consistency and a Serious Mismatch of Theory and Operationalization’, Decision Sciences 30(1), 83–106.

Deegan, Craig. (2002). “Introduction: The Legitimising Effect of Social and Environmental Disclosures – A Theoretical Foundation”. Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol. 15 Iss: 3, pp.282 – 311.

Fama, E. F., & Jensen,M. C. (1983). Separation of ownership and control. Journal of Law and Economics, 301–325.

Freedman, M., Jaggi, B. 2005. Global Warming, Commitment to The Kyoto Protocol, and Accounting Disclosures by The Largest Global Public Firms from Polluting Industries. The International Journal of Accounting, 40: 215– 232.

Gill, Amarjit, and Mathur, Neil. 2011. Factors that Influence Financial Leverage of Canadian Firms. Journal of Applied Finance and Banking. Volume 1, No. 2, 2011, 19-37.

Haniffa, R. M., & Cooke, T. E. (2002). Culture, corporate governance and disclosure in Malaysian corporations. Abacus, 38(3), 317–349.

Hannifa, R. and T. Cooke: 2002, ‘Culture, Corporate Governance and Disclosure inMalaysian Corporations’, Abacus 38(3), 317–349.

Hidalgo, R., García-Meca, E., & Martínez, I. (2011). Corporate governance andintellectual capital disclosure. Journal of Business Ethics, 100(3), 483–495.

Jensen,M. and W. H. Mecling: 1976, ‘Theory of the Firm, Managerial Behaviour, Agency Costs and Ownership Structure’, Journal of Law and Economics 3, 305–360.

Juanda, Bambang. dan Junaidi. (2012). Ekonometrika Deret Waktu. PT Penerbit IPBPress : Bogor.

Kusumajaya, Dewa Kadek Oka. 2011. Pengaruh Usia perusahaan dan PertumbuhanPerusahaan terhadap Usia perusahaan dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Tesis.

Laila, Noor. 2011. Analisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap NilaiPerusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009. Skripsi.

Li, Jing., Pike, R., dan Haniffa, R. 2008. Intellectual Capital Disclosure and Corporate Governance Structure in UK Firms. Accounting and Business Research, 38 (2):137-159.

Mouritsen, J., Larsen, H.T., dan Bukh, P.N.D. 2001. Intellectual Capital and the 'Capable Firm': Narrating, Visualising and Numbering for Managing for Managing Knowledge. Accounting, Organisation and Society, 26.

Oliveira, Lídia, Lúcia Lima Rodrigues, dan Russell Craig. 2008. Applying Voluntary Disclosure Theories to Intangibles Reporting: Evidence from the Portuguese Stock Market. www.ssrn.com

Sobhan, F., &Werner, W. (2003). Diagnostic study of existing corporate governancesscenario in Bangladesh. In F. Sobhan, & W. Werner (Eds.), A comparative analysis of corporate governance in South Asia (pp. 34–59). Dhaka: Bangladesh Enterprise Institute.

Sugiyono. (2013). Statistika untuk Penelitian. CV. Albeta : Bandung.

Suhardjanto, Djoko dan Wardhani, Mari. (2010). “Praktik Intellectual Capital Disclosure Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia. Vol.14 No.1.

Uddin, S., & Choudhury, J. (2008). Rationality, traditionalism and the state of corporate governance mechanisms: Illustrations from a less-developed country. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 21(7), 1026–1051.

Widarjono, Agus. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya, Edisi Ketiga Ekonesia : Yogyakarta.

Yermarck, D.: 1996, ‘Higher Market Valuation of Companies with a Small Board of Directors’, Journal of Financial Economics 40, 185–213.

Yudaruddin, Rizky. (2014). Statistik Ekonomi: Aplikasi dengan Program SPSS Versi 20 Interpena : Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jimm.v6i4.7164

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM)

 
 
JIMM is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License