Analisis mirror perdagangan barang indonesia dengan jepang tahun 2019

Untung Sumardi

Abstract


Salah satu cara untuk memperoleh sumber devisa suatu negara adalah dengan melakukan perdagangan internasional. Dalam kegiatan ini tidak dapat dipungkiri adanya keterlibatan dari berbagai macam pemangku kepentingan, seperti eksportir/importir sebagai pelaku utamanya, jasa pengurusan kepabeanan ekspor/impor, perbankan serta pemerintah sebagai regulator pada masing-masing negara, dan tentu saja oganisasi perdagangan dunia.  Peran pemerintah dimasing-masing negara sangat penting, bilamana terjadi perselisihan terkait dengan masalah perdagangan internasional antar negara yang tidak dapat diselesaikan secara bisnis to bisnis. Diperlukan upaya yang kuat dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan perdaganan internasional ini, tidak semata-mata hanya untuk memperoleh devisa melalui surplus tapi pengisian dan pelaporan dokumen kepabeanan dengan benar tidaklah kalah pentingnya. Oleh karena itulah untuk mengukur kualitas perdagangan barang antara Indonesia dengan Jepang digunakan metode analisis cermin. Alasan ketidakcocokan data ekspor dan impor kedua negara akan dibahas dalam tulisan ini. Gambaran yang lengkap diperoleh dari ketidakcocokan penghitungan disajikan melalui HS 2 dijit (Harmonize System) serta HS 6 dijit.

Keywords


Perdagangan barang; ekspor indonesia; impor jepang; analisis cermin; asimetri; diskrepansi

References


Cantens, Thomas. 2015. Mirror Analysis and Revenue Fraud. WCO Research PaperNo. 35.World Customs Organization.

Claver Victorien Gnogoue, Roger 2017. Mirror analysis, a risk analysis support tool for Customs administrations. WCO News 82. World Customs Organization.

Department of Economic and Social Affairs Statistics Division. 2011. International Merchandise Trade Statistics: Concepts and Definitions 2010. Statistical Papers Series M No. 52. United Nations.

Hamanaka, Shintaro. 2011. Utilizing the Multiple Mirror Technique to Assess the Quality of Cambodian Trade Statistics. ADB Working Paper Series on Regional Economic Integration, No.88.

Hamanaka, Shintaro dan Tafgar, Aiken. 2010. Useabel Data For Economic Policy Making and Reasech? The Case of Lao PDR’s Trade Statistics. Asia Pacific Reaserch and Training Network on Trade, Working Paper Series, No.87.

Hertinmalyana, Mila dan Purwaningsih. 2018.Assesing The Quality Of Indonesian Merchandise Trade Statistics (Mirror Analysis Approached). ISI World Statistics Congress 2019.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 112/Pmk.04/2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 182/Pmk.04/2016 Tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman, diunduh dari www.jdih.kemenkeu.go.id

Raballand, G., Cantens, T., & Guillermo, A. (2013). Mirror trade statistics: a tool to help identify Customs fraud. In T. Cantens, R. Ireland & G. Raballand (Eds), Reform by numbers: measurement applied to customs and tax administrations in developing countries, pp. 103–120. Washington DC: World Bank.

Suryono, Agus dan Rakhmawan, Sapto 2020. Analisis Mirror Perdagangan Barang Indonesia Dengan Thailand tahun 2018, Jurnal dinamika Ekonomi Pembangunan, JDEP Vol.3 No.1 (2020) halaman 21-30.

Statistics Canada. 2018. Comparing Canada’s and China’s Bilateral Trade Data. China - Canada Joint Working Group on Trade Statistics Reconciliation.

Statistical Office of Montenegro (MONSTAT). 2011. Mirror Analysis of External Trade of Montenegro. Working Papper.

United Nations Department of Economic and Social Affairs. 2019. IMTS Bilateral Asymmetries – How to Measure, Analyze, Reduce and Way Forward.

www.bps.go.id

www.wits.worldbank.org




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jinv.v17i3.9140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 INOVASI


Indexing: