Identifikasi faktor pendukung pariwisata halal

Efraim Bavo Priyana, Dhimas Setyo Nugroho, Gunawan Wiradharma, Nong Ayu Triyanti Utami Hakim, Erick Karunia

Abstract


Perkembangan pariwisata di Indonesia berkembang seiring kemajuan wilayah. Perkembangan setiap wilayah menghasilkan tempat pariwisata yang menarik dikunjungi. Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki daerah wisata yang beraneka ragam diharapkan menjadi tempat pariwisata halal. Sulawesi selatan sebagai salah satu potensial untuk dilakukan penerapan pariwisata hala diharapkan memiliki kelengkapan untuk mendukungnya, dimana penelitian ini akan meneliti dengan melakukan identifikasi faktor pendukung pariwisata halal. Adapun metode yang digunakan adalah wawacara dan melakukan penyebaran kuesioner kepada Stakeholders di Kota Makassar selanjutnya akan di analisis dengan SWOT. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Hasil didapat dari identifikasi faktor ini adalah Peningkatan layanan dan pengelolaan wisata halal secara baik, Mengoptimalkan promosi dan citra sebagai penggerak pariwisata halal serta Pengembangan yang infrastruktur pendukung pariwisata halal, Membuat paket wisata halal yang lebih menarik dan Melakukan promosi ke setiap daerah dengan penduduk muslim dominan di Indonesia, Pelatihan dan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat daerah berpotensi pariwisata halal. Faktor diatas diharapkan dapat dikembangkan untuk mempersiapkan pariwisata Halal agar dapat berkembang dan berkelanjutan.


Keywords


Halal; pariwisata; penduduk

References


Ahmed, A. (2008). Marketing of Halal meat in the United Kingdom-Supermarkets versus Local Shops. British Food Journal, 110(7).

Awan, H. M., Siddiquei, A. N., & Haider, Z. (2015). Factors Affecting Halal purchase intention – Evidence from

Essoo, N., & Dibb, S. (2004). Religious Influences on Shopping Behavior: An Exploratory Study. Journal of Marketing Management, 20(1), 683-712.

Irfan, P., & Apriani, A. (2017). Analisa Strategi Pengembangan E-Tourism Sebagai Promosi Pariwisata Di Pulau Lombok. ILKOM Jurnal Ilmiah, 9(3), 325-330.Pakistan’s Halal Food Sector. Management Research Review, 38(6), 640-660.

Jaelani, A. (2017). Halal Tourism Industry in Indonesia: Potential and Prospects. Munich Personal RePEc, 76235.

Johannes, R. (2009). Mission: To Develop a Halal Ecosystem. The New Straits Times Press (M) Berhad.

Liu, Y., Li, I., Yen, S., & Sher, P. J. (2018). What Makes Muslim Friendly Tourism? An Empirical Study on Destination Image, Tourist Attitude and Travel Intention. Advances in Management & Applied Economics, 8(5), 27-43.

Noviantoro, K. M., & Zurohman, A. (2020). Prospek Pariwisata Syariah (Halal Tourism): Sebuah Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0. Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2), 275-296.

Rachman, A. (2021). Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Dalam Meningkatkan Daya Saing Bisnis Pariwisata Indonesia.

Rajian, N., Hayatudin, A., & Eprianti, N. (2019). Implementasi Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah di Hotel Lingga Syariah Kota Bandung. Prosiding Hukum Ekonomi Syariah, 65-71.

Suligoj, M., & Marusko, H. (2017). Hotels and Halal-Oriented Products: What Do Hotel Managers in Slovenia Think? Organizacija, 50(4), 314-323.

Tichaawa, T. M., & Mhlanga, O. (2018). Muslim Tourist Experinces and Return. Acta Universitatis Danubius, 14(4), 42-57.




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jinv.v18i2.10916

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 INOVASI


Indexing: