Optimalisasi peran petani milenial dan digitalisasi pertanian dalam pengembangan pertanian di Indonesia

Ilyas Ilyas

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja digitalisasi pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta upaya untuk mendorong generasi milenial agar tertarik menjadi petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang dipakai adalah data sekunder, yang bersumber dari publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian serta publikasi dari badan atau lembaga lain yng relevan dengan penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tahap-tahap analisis meliputi proses pengumpulan data, tabulasi dan mengolah data, menganalis data dan terakhir menginterpretasikan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lima tahun sejak2016-2020 indeks produksi pertanian selalu mengalami kenaikan, digitalisasi pertanian masih minim salah satunya dapat dilihat masih rendahnya yang meggunakan internet. Selain itu penelitian ini juga menemukan masih rendahnya generasi milenial yang tertarik menjadi petani.


Keywords


Pertanian; digitalisasi; petani milenial

References


Abiwodo. (2021). Digitalisasi Pertanian Dan Peran Bank Negara Indonesia Dalam Ketahanan Pangan Paska Adaptasi Kebiasaan Baru. Jurnal Kajian Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Jurnal Kajian Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Volume 8 No. 3, pp. 227-243.

Apriani, dkk., (2018). Pengaruh Tingkat Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Terhadap Efisiensi Teknis Usaha Tani Padi. Jurnal Agribisnis Indonesia, Vol 6 No. 2, pp. 121-132.

Astrid, Safitri. (2019). Revolusi Industri 4.0: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Di Era Disrupsi 4.0. Yogyakarta: Genesis.

Bank Dunia. (2000). Pembangunan Berkualitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

BPS. (2018). Hasil Survey Pertanian Antar Sensus SUTAS 2018. Jakarta: BPS

BPS. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2021). Indikator Pertanian 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Dabukke, Frans & Muhammad Ikbal. 2014. Kebijakan Pembangunan Pertanian Thailand, India, Dan Jepang Serta Implikasinya Bagi Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 12 No. 2, pp. 87-101.

Heriqbaldi, Unggul & Dwinda Rahman. (2019) “Quo Vadis Pertanianâ€, Menjemput Musim Semi: Transformasi dan Reformasi Ekonomi 2019-2024. Malang: Intrans Publishing, 2019, Bab 6, Hal. 73-82.

Jhingan, M.L. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kasali, Rhenald. (2018). Self Disruption: Bagaimana Perusahaan Kelur dari Perangkap Masa Lalu Dan Mendisrupsi Dirinya Menjadi Perusahaan yang Sehat. Jakarta: Mizan.

Marsuki. (2005). Analisis Perekonomian Sulawesi Selatan Dan Kawasan Timur Indonesia. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.

Putrayasa, Adi. dkk. (2021). Mengapa Generasi Muda Enggan Bekerja Di Sektor Pertanian? Model Persamaan Struktural Sektor Pertanian Di Kabupaten Jembrana. E-Jurnal Matematika Vol. 10 No.2, pp. 122-130.

Ross, Alec. (2018). Industri-Industri Masa Depan. Jakarta: renebook.

Schwab, Klaus. (2019). Revolusi Industri Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Skinner, Chris. (2018). Manusia Digital. Jakarta: PT Elx Media Komputindo

Sudarsih, Endang. 2008. Kajian Konsep Sustanible Farming Dalam Pembangunan Sektor Pertanian. Jurnal Sosial Humaniora, Vol.1 No.2, November 2008. pp. 196-209.

Susilowati, S.H.2016. Fenomena Penuaan Petani Dan Berkurangnya Tenaga Kerja Muda Serta Implikasinya Bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 34 No. 1, pp. 35-55.

Thoha, Mifta. (2016). Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Todaro, M. P.& Smith,S.C. (2011). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Yustika, A.E., dkk. 2020. Menjemput Musim Semi: Transformasi dan Reformasi Ekonomi 2019-2024. Malang: Intrans Publishing




DOI: https://doi.org/10.30872/jfor.v24i2.10364

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 FORUM EKONOMI