Perkembangan industri pariwisata halal di provinsi aceh

Fatima Tuzzahara Alkaf, Sri Widyastuti, Sudarmin Parenrengi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan wisata halal di Provinsi Aceh pada masa sekarang ini. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode wawancara dan observasi (fieldwork research), kemudian mengidentifikasi informan yang akan diwawancarai, yang dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan riset dalam wawancara. Usaha-usaha pemerintah Provinsi Aceh dalam pengembangan bidang kepariwisataan dalam pembangunan perekonomian menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.Perkembangan ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu Provinsi Aceh.Secara umum jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh terus mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2018 kunjungan wisatawan di Aceh mencapai 2,5 juta orang yang terdiri dari 2,4 juta wisatawan nusantara dan 106 ribu merupakan wisatwan mancanegara. Penelitian ini juga berguna sebagai masukan dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pemerintah setempat, Stakeholder serta pelaku usaha pariwisatahalal bersinerji dalam mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, menawan dan halal.


Keywords


Wisata halal; perekonomian; daya saing bangsa

References


Abdullah, C. Z. (2018). Halal Information among Muslim Travelers and Tourist-Driven Industry. Development, 7(3), 178-186.

Alim, H. T., & dkk. (2016). Analisis Potensi Pariwisata Syariah Dengan Mengoptimalkan Industri Kreatif Di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Semarang: Juruusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Badan Pusat Statistik. (2017). Badan Pusat Statistik, (2017), Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya Provinsi Aceh 2017. Aceh: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Provinsi Aceh Tahun 2017. Aceh: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2019). Laporan Tahunan: Provinsi Aceh Dalam Angka 2019. Aceh: Badan Pusat Statistik Provins Aceh.

Battour, M. H. (2018). The perception of non-Muslim tourists towards halal tourism: Evidence from Turkey and Malaysia. Journal of Islamic Marketing, 9(4), 823-840.

Boğan, E. &. (2019). Halal tourism: conceptual and practical challenges. Journal of Islamic Marketing, 10(1), 87-96.

Cresswell, J. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Method Approaches.Fourth Edition. California: SAGEPublications Limited, Thousand Oaks.

Farahani Z. & Henderson J. C. (2009). Islamic Tourism and Managing Tourism Development in Islamic Societies: The Cases of Iran and Saudi Arabia. International Journal of Tourism Research.

Harahsheh, S. H. (2019). Implications of marketing Jordan as a Halal tourism destination. Journal of Islamic Marketing.

Isa, S. M. (2018). Muslim tourist perceived value: a study on Malaysia Halal tourism. Journal of Islamic Marketing, 9(2), 402-420.

Jaelani, d. (2016). Religious Heritage Tourism and Creative Economy in Cirebon: The Diversity of Religious, Cultures and Culinary. Journal of Social and Administrative Sciences, 3(1), 63-76.

Karlina, T. (2017). Upaya Indonesia Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Di Kepulauan Riau. JOM FISIP Volume 4 No. 2 Oktober 2017.

Kementerian Pariwisata. (2015). Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurut Pintu Masuk dan Kebangsaan. Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Kessler, K. (2015). Conceptualizing Mosque Tourism: A Central Featureof Islamic and Religious Tourism. International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage, Vol. 3.

Kompas. (2016). Pengumuman Pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016. Jakarta: Kompas.

Moleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhamad, N. S. (2019). Halal Tourism: Literature Synthesis and Direction for Future Research. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 27(1).

Munirah. (2012). Muslim Tourists’ Typology in Malaysia: Perspektives and Challenges. Proceedings of the Tourism and Hospitality Internasional Conference. Malaysia.

Muslim Friendly Tourism: In the OIC Member Countries. (2017). Regulating Accommodation Establishments. Standing Commitee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC) .

Pariwisata, K. (2015). Laporan Akhir Kajian Pengembangan Wisata Syariah. Jakarta: Kemenpar.

Sartika, F., & dkk. (2014). Pengaruh Produk dan Bauran Promosi Wisata Terhadap Citra (Image) Destinasi dan Dampaknya Pada Niat Wisatawan Untuk Melakukan Kunjungan Ulang Ke Provinsi Aceh. Aceh.

Shafaei, F. &. (2015). Malaysia’s branding as an Islamic tourism hub: An assessment, GEOGRAFIA OnlineTM Malaysia. Journal of Society and Space ,11 issue 1© 2015, ISSN 2180-2491, 97-106.

Sofyan, R. (2012). Prospek Bisnis Pariwisata Syariah. Jakarta: Republika.

Sofyan, R. (2018). Sofyan Hospitality’s Analysis based on several. Jakarta: sources: www.halaltourism.id ; www.indonesia.travel ; http://jakarta-tourism.go.id/2017.

The Travel Tourism Report. (2015). The Travel and Tourism Competitiveness Report (2015). Retrieved from http://www3.weforum.org/docs/TT15/WEF_Global_Travel&Tourism_Report_2015.pdf .

World Tourism Organization. (2008). Tourism Highlight 2008 Edition. Peru: UNWTO Publication Department.

Wuryasti, F. (2013). Wisata Halal, Konsep Baru Kegiatan Wisata di Indonesia. Jakarta: Dipetik Tanggal 5 Agustus 2015 dari http://travel.detik.com: http://travel.detik.com/read/2013/10/30/152010/2399509/1382wisata-halal-konsep-baru-kegiatan-wisata-di-Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jinv.v15i2.6483

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 INOVASI

Indexing:







Creative Commons Licence

INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Manajemen pISSN: 0216-7786 eISSN: 2528-1097 Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

free
hit counter View My Stats