Aturan pajak penghasilan khusus bagi sektor umkm dan partisipasi pengusaha kecil

Mohammed Lintang Theodikta

Abstract


Pemerintah Indonesia memberikan perhatian terhadap aspek perpajakan bagi pengusaha kecil di sektor UMKM melalui pemberlakuan PP-46/2013 dan PP-23/2018. Model presumptive tax diterapkan melalui aturan-aturan ini untuk memberi keringanan dan kemudahan bagi Wajib Pajak pengusaha kecil. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, tahap telaah yang dilakukan untuk menganalisis karakteristik penerapan presumptive tax system bagi sektor UMKM di Indonesia sebagai aturan yang memiliki potensi sebagai insentif sekaligus disinsentif. Kedua, tahap penelitian empiris yang dilakukan fokus pada berlakunya PP-46/2013 untuk mengetahui efektivitas PP-46/2013 sebagai alat untuk mendorong partisipasi perpajakan wajib pajak pengusaha kecil baru. Secara empiris penelitian ini menggunakan metode fixed effect panel data pada level agregat provinsi (tahun 2010–2016) untuk mengetahui efek sebelum dan sesudah berlakunya kebijakan. Hasil studi menunjukkan bahwa PP-46/2013 terbukti kurang memperhatikan asas keadilan, namun secara empiris terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap jumlah wajib pajak pengusaha kecil baru walaupun dengan pengaruh yang sangat kecil

 


Keywords


basis pajak; ekstensifikasi perpajakan; PP-46/2013; PP-23/2018; data panel; presumptive tax; UMKM

References


Alm, J., McClelland, G., & Schulze, W. (1992). Why do people pay taxes. Journal of Public Economics, 21-38.

Bank Indonesia, & LPPI. (2015). Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Bruhn, M., & Loeprick, J. (2016). Small business tax policy and informality: evidence from Georgia. International Tax Public Finance: 23, 834-853.

Crane, S., & Nourzad, F. (1986). Inflation and Tax Evasion: An Empirical Analysis. Review of Economics and Statistics 68, 217-223.

Engelschalk, M. (2004). Creating a Favorable Tax Environment for Small Business. Taxing the Hard-to-Tax, J. Alm et al. (Editors), 275-311.

Engelschalk, M., & Loeprick, J. (2015). MSME Taxation in Transition Economies: Country Experience on the Costs and Benefits of Introducing Special Tax Regimes. World Bank Group.

Fajnzylber, P., Maloney, W., & Montes-Rojas, G. (2011). Does formality improve micro-firm performance? Evidence from the Brazilian SIMPLES program. Journal of Development Economics, 262-276.

Feige, E. (1989). The Underground Economies, Tax Evasion and Information Distortion. Cambridge University Press.

Greene, W. (2007). Econometric Analysis. Pearson Education Limited.

Hsiao C. (2004). Analysis of Panel Data. Cambridge University Press.

Katharaki, M., & Tsakas, M. (2010). Assessing the efficiency and managing the performance of Greek tax offices. Journal of Advances in Management Research, Vol. 7 Issue: 1, pp.58-75.

Loeprick, J. (2009). Small Business Taxation: Reform to Encourage Formality and Firm Growth. In Practice Business Taxation 48313 World Bank Group.

Memon, N. (2013). Looking at Pakistani Presumptive Income Tax through principles of a good tax? eJournal of Tax Research vo.11 no.1, pp.40-78.

Monteiro, J., & Assuncao, J. (2012). Coming out of the shadows? Estimating the impact of bureaucracy simplification and tax cut on formality in brazilian microenterprise. Journal of Development economics, 99, 105-115.

OECD. (2015). Taxing Micro and Small Business in Indonesia: Option for Policy Reform. World Bank Group.

Oyewobi, L. O., Windapo, A. O., & Rotimi, J. O. (2017). Determinants of construction organisational performance: A partial least square-path analytic method. Journal of Financial Management of Property and Construction, Vol. 22 Issue: 1, 37-61.

Palil, M. (2010). Tax Knowledge and Tax Compliance Determinants in SAS in Malaysia. Birmingham: University of Birmingham - available at: http://etheses.bham.ac.uk/1040/1/Palil10PhD.pdf.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 149/PMK.03/2011. (2011). tentang Sensus Pajak Nasional.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. (2018). tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013. (2013). tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Pusat Kebijakan Pendapatan Negara - BKF. (2015). Pengenaan PPh Final untuk Wajib Pajak dengan Peredaran Bruto Tertentu, Sebuah Konsep Kesederhanaan Pengenaan PPh untuk Meningkatkan Voluntary Tax Compliance.

Richardson, G. (2008). The relationship between culture and tax evasion across countries: Additional evidence and extensions. Journal of International Accounting, Auditing and Taxation, 17(2), 67-78.

Ross, A., & McGee, R. (2012). Education level and ethical attitude toward tax evasion: A six-country study. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 15(2), 93-138.

Seuraj, S., & Watson, P. K. (2012). Banking Regulation: Does Compliance Pay in Emerging Economies? Evidence from Trinidad & Tobago. Social and Economic Studies, Vol. 61, No. 4 (December 2012), pp. 131-144.

Silvani, C., & Baer, K. (1997). Designing a tax administration reform strategy: Experiences and guidelines. Working paper, International Monetary Funds, Washington DC.

Slemrod, J. (1989). The Return to Tax Simplification: An Econometric Analysis. Public Finance Quarterly, 3-28.

Thuronyi, V. (2003). Presumptive Taxation of The Hard-To-Tax. Dalam J. R. Alm, J. Martinez-Vazquez, & S. Wallace, Taxing the Hard-to-tax: Lessons from Theory and Practice (hal. pp.101 - 120). (Contributions to Economic Analysis, Volume 268) Emerald Group Publishing Limited.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008. (2008). tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007. (2008). tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008. (2008). tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Wardana, A. B. (2017). The Impact of Basic Infrastructure on Tax Effort: A Case Study of Municipalities/Regencies in Indonesia. International Institute of Social Studies Erasmus.

Wu, S.-Y., & Teng, M.-J. (2005). Determinants of Tax Compliance — A Cross-Country Analysis. Public Finance Analysis, Vol. 61, No. 3, pp. 393-417.

Yitzhaki, S. (2007). Cost Benefit Analysis of Presumptive Taxation. Public Finance Analysis Vol.63 No.3, pp. 311-326.




DOI: http://dx.doi.org/10.29264/jfor.v21i2.4627

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 FORUM EKONOMI

 

 

 

 Indexing:

 

 

 

Creative Commons License
FORUM EKONOMI; Jurnal Ekonomi, Manajemendan Akuntansi. pISSN: 1411-1713, eISSN: 2528-150X   is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

  free
hit counter View My Stats